Unimal Terima 600 Siswa Miskin tapi Berprestasi

Unimal akan menjaring 20 persen (600 orang) calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi, tapi kurang mampu secara ekonomi, dari 3.000 orang total penerimaan mahasiswa baru tahun depan. Di antara 600 orang itu, termasuk calon mahasiswa dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di wilayah Aceh yang akan diterima Unimal secara tersebar di semua (23) program studi. Informasi itu disampaikan Rektor Unimal, Apridar SE MSi kepada Serambi di Banda Aceh, Rabu (12/12), mengingat tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk perguruan tinggi negeri (PTN) sudah di ambang pintu.

Tahapan seleksi itu, khususnya untuk jalur undangan (SNMPTN), dimulai bulan ini. Ditandai dengan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDDS) oleh kepala sekolah sejak 17 Desember 2012-8 Februari 2013, disusul dengan pendaftaran calon mahasiswa 1 Februari-8 Maret 2013, kemudian seleksi pada 9 Maret-27 Mei 2013. Bagi yang lulus akan diumumkan pada 28 Mei 2013. Calon mahasiswa yang berpotensi akademik tapi kurang mampu secara ekonomi, maupun mereka yang berasal dari daerah 3T itu, diterima Unimal mulai tahun depan sebagai konsekuensi dari pemberlakuan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang disahkan tanggal 10 Agustus 2012. UU itu mewajibkan PTN mencari dan menjaring calon mahasiswa yang potensi akademiknya tinggi, tapi kurang mampu secara ekonomi. Demikian pula calon mahasiswa dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal untuk diterima paling sedikit 20% dari seluruh mahasiswa baru yang diterima PTN tersebut.

Lulusan SLTA yang punya keinginan melanjutkan studi ke PTN tapi terkendala biaya, dapat mengajukan biaya melalui Program Bidikmisi yang disediakan Dirjen Dikti.

Jalur Masuk : Jalur undangan, Jalur ujian tulis (SMBPTN) dan Jalur mandiri).

Kepala SLTA Diminta Objektif

Terkait dengan rekrutmen 600 mahasiswa miskin tapi berpretasi itu, Rektor Unimal Apridar mengimbau kepala-kepala SLTA agar benar-benar selektif dan objektif dalam merekomendasikan siswa-siswa yang pantas diajukan untuk diterima melalui jalur undangan di Unimal. “Pedomani kriteria bahwa yang diajukan haruslah calon mahasiswa yang berpotensi akademik, tapi kurang mampu secara ekonomi atau mereka yang berasal dari daerah 3T,”. Hal itu perlu ditekankan, bahwa pernah terjadi di Unsyiah calon mahasiswa yang direkom sekolahnya untuk menerima fasilitas bebas uang kuliah (melalui Program Bidikmisi) ternyata anak seorang profesor aktif. Jelas saja orang tuanya mampu secara ekonomi. “Alhasil, anak tersebut dikeluarkan,”. Di Unimal pun kelak, jika ketahuan ada mahasiswa yang terbukti orang tuanya mampu secara ekonomi, tapi masuk melalui “fasilitas khusus” ini, maka akan ditindak. “Pasti akan dikeluarkan meski dia sudah kuliah,”.
Jumat, 14 Desember 2012 08:40 WIB
Terkait :