Metode tematik integratif, kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar

Perombakan kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 sedianya akan diberlakukan terhadap siswa dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Dari ketiga jenjang sekolah ini, pendekatan untuk tingkat dasar menjadi yang paling krusial.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad NuhMetode tematik integratif merupakan rencana pendekatan kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sederajat. Artinya, materi ajar tidak disampaikan berdasarkan mata pelajaran tertentu, melainkan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. “Metode ini sudah diterapkan di banyak sekolah. Karena dinilai berhasil, lalu pemerintah mengadopsi dan berencana menerapkannya secara nasional”. Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh saat, melakukan uji publik Pengembangan Kurikulum 2013, Sabtu (8/12/2012), di kampus Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Metode ini bukan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Metode ini mengajak siswa untuk berpikir secara terpadu. Misalnya, dalam tema ‘diriku’ untuk kelas satu SD. Siswa dikenalkan siapa dan seperti apa dia. Di situ terdapat karakter jujur, tertib, disiplin, dan bersih termasuk cinta lingkungan. “Dari tema ini, ada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, dan IPA.  Anak bisa melihat sesuatu yang utuh,” ujarnya. Contoh lain adalah tentang air yang mengalir dapat menjadi generator untuk menghasilkan listrik (IPA). Nyala listrik dapat menerangi rumah-rumah, sehingga kehidupan sosial lebih bagus (IPS). “elemen perubahan kurikulum untuk jenjang SD secara umum adalah holistik integratif berfokus pada alam, sosial, dan budaya. Pembelajaran menggunakan pendekatan sains.

Perubahan lain adalah jumlah mata pelajaran dikurangi dari 10 menjadi enam. Berkurangnya jumlah mata pelajaran ini disebabkan mata pelajaran IPA dan IPS tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan mata pelajaran wajib lainnya. “Pelajaran wajib; Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan,”. Kemudian, dengan adanya perubahan pendekatan pembelajaran, maka ada penambahan sebanyak empat jam pelajaran per minggu.

Kemdikbud memulai uji publik
Untuk pertama kalinya Kemdikbud memulai uji publik terhadap kurikulum 2013 yang baru saja selesai dilakukan penataan dan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Disampaikan langsung oleh Mendikbud, Mohammad Nuh, di Auditorium Universitas Negeri Manado, Provinsi Sulawesi Utara. “Untuk pertama kalinya kami mengadakan uji publik, dan kami memilih provinsi Sulawesi Utara,” kata Mendikbud.Inti dari Kurikulum 2013Usulan kurikulum SD 2013

  1. Bertujuan untuk mendorong siswa mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang siswa peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.
  2. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 ini adalah menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
  3. Melalui pendekatan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga siswa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh

Pendekatan kurikulum untuk pendidikan dasar ini juga membutuhkan guru yang kompeten dan kreatif. Nantinya guru akan diberi buku acuan untuk memilih tema dan mengembangkannya. Anak-anak juga sesekali akan diajak keluar kelas untuk observasi langsung terkait tema yang diangkat. “Jadi, lingkungan alam bebas di luar juga bisa jadi laboratorium. Dengan ini, kompetensi lulusannya juga akan berubah lebih baik,”.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa pendekatan kurikulum untuk tingkat dasar harus dipersiapkan sebaik mungkin. Pasalnya, anak-anak mulai mengenal dan mengamati suatu hal pada tingkatan SD sehingga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak salah konsep.