Syeikh Abdullah Arief

Syeikh Abdullah Arif adalah seorang ulama besar dari Arab (Yaman), murid Syekh Abdul Qadir Jailani. Ia datang ke Aceh (Samudra Pasai) pada tahun 506 H/ 1111 M, untuk menyebarkan dakwah Islamiyah. Rombongan Abdullah Arif berjumlah 11 orang, umumnya orang-orang kaya yang pandai berdagang. Hasil untung dari dagangan itu digunakan untuk membantu kepentingan dakwah.

Di kalangan kaum Tasauf, Syeikh Abdul Qadir Jailani adalah pemimpin para wali Allah. Menurut sejarawan HM Zainuddin dalam bukunya Tarikh Atjeh dan Nusantara, Syeikh Abdul Qadir Jailani juga pernah datang ke Pasai bersama muridnya Syeikh Abdullah Arif. Kemudian Syeikh Abdul Qadir Jailani kembali ke Arab, sedangkan murid-muridnya tinggal di Aceh.

Syeikh Abdullah Arif tinggal di Pasai sebagai ulama pendakwah. Sultanah Pase, Ratu Nahrisyah pernah mengirim Abdullah Arif untuk berdakwah di negeri Kedah. Setelah mengislamkan Kedah kembali ke Pase. Abdullah Arif juga pernah menyebarkan Islam ke Samalanga dan Pidie. Menurut sejarawan Aceh, Tgk. Yunus Djamil, cara beliau menyebarkan Islam dengan bil hikmah (persuasif).

Jika ada orang yang berjudi sabung ayam, beliau juga turut main judi, namun berkat kealimannya, dia selalu menang. Kemudian semua uang itu dikembalikan lagi kepada yang kalah dengan syarat dia wajib mengucapkan Alhamdulillah. Esoknya dia bermain lagi, juga dapat mengalahkan orang lain. Uang itu dikembalikan kepada mereka dengan syarat mereka mau mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Selanjutnya, pemain-pemain judi itu semakin dekat dengan beliau, lalu mereka diajak masuk Islam dan mengucap dua kalimah Syahadah. Dalam waktu beberapa bulan saja semua orang-orang paganis (penyembah alam) menyatakan masuk Islam. Orang tertarik kepada Syeikh Abdullah Arif dan sahabat-sahabatnya karena sangat pemurah. Mereka selalu membantu kebutuhan kaum muallaf (yang baru masuk Islam atau yang mau masuk Islam).

Di kalangan ulama Tasauf Syeikh Abdullah Arif masih sering disebut-sebut dalam tarikat mereka sampai saat ini, namun kaum awam Aceh tidak banyak yang tahu. Apalagi di Aceh ada seorang ulama pujangga yang sama namanya, Tgk Abdullah Arif, dosen IAIN Ar-Raniry alumni Al-Azhar Cairo. Pujangga Tgk. Abdullah Arif sangat masyhur dan banyak mengarang hikayat-hikayat Aceh di awal kemerdekaan, tahun 1950-an dan 1960-an. Hikayatnya yang paling terkenal adalah “Seumangat Aceh”.

Wali Allah Syeikh Abdullah Arif meninggal di Aceh, namun sangat disayangkan, entah di mana kuburannya. Apakah di Pase, di Samalanga, Pidie, Aceh Besar? Wallahu a’lam.

 (H. Ameer Hamzah ) Written by Edy Rachmad.