Tingkat individual

Tingkat ini menempatkan individu sebagai pusat perhatian untuk analisa. Analisa ini di bagi menjadi dua bagian yaitu tingkat perilaku (behavioral) dan tingkat subjektif. Teori dasar dasar psikologi (sosial) yang mengkaji tingkat individu meliputi teori stimulus-respons (S-R), toeri sikap, teori peran dan teori lapang (medan).

Teori stimulus respons ini sebenarnya teori stimulus–organisme–respons (S-O-R) karena diakui adanya organisme antara stimulus dan respons. Tokoh teori ini adalah Watson yang menyatakan bahwa objektivitas perilaku individu hanya berlaku pada perilaku yang Nampak (overt).

Setiap perilaku pada hakikatnya merupakan tangapan (respon) terhadap rangsang (stimulus) karena itu rangsang mempengaruhi tingkah laku atau bahkan menentukan tingkah laku.intervensi organism terhadap stimulus rangsang, individu ini memilikipotensi berupa kognisi sosial, persepsi sosial, nilai dan konsep.

Teori sikap adalah kecenderungan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau menghadapi suatu rangsangan tertentu .

Teori peran adalah beranggapan peranan seseorang itu merupakan hasil interaksi dari diri (self) dengan posisi (status dalam masyarakat) .dan dengan peran( menyakut norma dan nilai) dalam teori ini yang terpenting adalah actor (pelaku) dan target (sasaran) yang punya hubungan dengan actor.

Teori medan ( field-theory) adalah berangapan bahwa kehidupan merupakan penentu dari perilaku seseorang kehidupan ini merupakan hasil interaksi manusia dengan lingkungannya.

Teori yang mengkaji individu adalah psikoanalisa dari freud yang membedakan tiga sistem dalam hidup psikis yaitu id,ego, dan superego .istilah ini di kenal sebagai tiga “instansi “ yang menandai hidup psikis.

Instansi pertama Id adalah psikis yang paling dasar terdiri dari naluri naluri bawaan (seksual dan agresif) dan keinginan direpresi.pada Id yang berkuasa adalah kesenangan yang tidak mengenal waktu dan tidak mengenal hokum hokum logika.

Instansi kedua Ego adalah hasil diferensi dari Id karena kontak dengan dunia luar . Ego aktifitasnya dapat sadar,prasadar atau tidak sadar . potensi Ego di kuasai oleh prinsip realitas seperti pemikiran objektif, yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan sosial dan rasional yang di ungkapkan melalui bahasa. Tugas dari Ego mempertahankan kepribadiannya adaptasi dengan lingkungan,menghilangkan konflik dengan realitasdan mendamaikankonflik berbagai keinginan agar selaras. Ego berfungsi sebagai penjamin kesatuan pribadi dan alat sintesa.

Instansi ketiga adalah Superego adalah potensi hasil dari proses internalisasi,sehingga menjadi miliknya berasal dari luar dirinya.

Al-Ghazali (abad ke-11) mengemukakan tentang qonflik fitrah manusia 8 abad lebih dulu dari pada teori freud psikoanalisa.yang mengemukakan bahwa manusia mempunyai tiga tahap perkembangan jiwa yaitu :

1) Nafs al amarah bil also adalah nafsu jahat yang mendesak agen normal untuk melampiaskan tuntutan yang tidalk terkontrol atau nafsu yang mengendalikan kejahatan.dalam Al Quran dinyatakan “nafsu ini selalu menyuruh kepada kejahatan” (QS,12:53)

2) Nafs al lawwamah yaitu nafsu yang sadar apabila tuntutan naluriahnya di lampiaskan atas pengaruh nafsu al amarah.Al Quran menyatakan “ dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali(dirinya sendiri) “ (QS,75:2)

3) Nafs al mutham’nah adalah nafsu yang tenang tentram merupakan kepuasan tertinggi dari jiwa. Kepuasan yang lengkap dan bebas dari semua keputusan dan penderitaan.

Kedua teori ini baik dari freud dan Al Ghazali sangatlah menarik untuk mengkaji interaksi individu dengan dirinya sendiri.