Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial-Budaya

Perubahan dapat terjadi dari cara dan model berpakaian, model rambut, sepatu dan sebagainya, yang senantiasa mengikuti model-model terbaru dan sedang digemari. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan di dalam kehidupan bermasyarakat sebagai dampak dari kebutuhan individu. Melalui akal, manusia menghasilkan berbagai bentuk pemikiran, perilaku, dan benda. Sehingga manusia dikenal sebagai makhluk berbudaya. Menurut Harsojo, setidaknya terdapat lima alasan mengapa memiliki kebudayaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Manusia dapat membebaskan diri dari respons secara otomatis terhadap lingkungan sekitarnya.
  2. Manusia mempunyai potensi untuk mengembangkan potensi kognitif. Dengan kata lain, manusia dapat di didik.
  3. Manusia dapat mengembangkan kemampuannya untuk berfikir simbolis, yaitu dengan menggunakan berbagai pengertian melalui bahasa.
  4. Manusia dapat berbicara, bersosialisasi, berinteraksi dan sebagainya.
  5. Manusia dapat mengembangkan kemampuannya untuk menemukan sesuatu yang baru, atau memperbaharui yang lama.

Dengan terciptanya berbagai mode pakaian, barang elektronik, dan alat-alat lainnya merupakan wujud nyata hasil sebuah kebudayaan.

Masyarakat merupakan sebuah komunitas individu yang terdiri atas sistem nilai dan menghasilkan kebudayaan. Setiap masyarakat memiliki tingkat perkembangan kebudayaan yang berbeda. Atas dasar inilah, setiap budaya yang dimiliki oleh suatu mayarakat akan dipengaruhi oleh budaya masyarakat lain. Sifat saling mempengaruhi ini timbul karena budaya masyarakat bersifat dinamis. Artinya jika hasil kebudayaan yang berhasil diciptakan oleh satu masyarakat sudah tidak mampu mencukupi kebutuhannya, masyarakat tersebut akan mencari dan mengambil dari hasil kebudayaan masyrakat lain yang dianggap sesuai (Nana Supriatna, dkk. 2006 : 95-96).

Proses pengadopsian suatu budaya baru pada masyarakat pada dasarnya akan melewati lima tahapan, yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap kesadaran, ketika seseorang mengetahui adanya ide-ide baru dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Tahap menaruh minat, ketika seseorang menaruh minat dan mencari tahu dari pihak lain.
  3. Tahap penilaian, ketika seseorang melakukan penilaian dan menghubungkannya dengan situasi dirinya, baik untuk kepentingan sekarang maupun masa yang akan datang.
  4. Tahap percobaan, ketika seseorang menerapkan ide-ide baru dalam skala yang relatif kecil untuk menentukan manfaatnya.
  5. Tahap penerimaan, ketika seseorang menggunakan ide-ide baru itu secara permanen untuk skala yang lebih luas.

Penyebab Perubahan Sosial-Budaya

Penyebab perubahan sosial dan kebudayaan dapat bersumber dari masyarakat itu sendiri. Ada juga yang berasal dari luar. Penyebab perubahan dari dalam kebudayaan disebut faktor intern. Sedangkan penyebab perubahan yang bersumber dari luar kebudayaan disebut faktor ekstern.

  1. Faktor intern

Ada beberapa faktor intern yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya, antara lain:

  • Faktor demografi
  • Pertentangan antargolongan dalam masyarakat
  • Revolusi
  • Penemuan baru
  1. Faktor ekstern

Perubahan sosial budaya yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar masyarakat, diantaranya meliputi:

  • Faktor lingkungan alam
  • Adanya peperangan
  • Pengaruh kebudayaan masyarakat lain (Sukmayani, Ratna, dkk. 2008).
About these ads