Pengaruh Cyberspace Dalam Perubahan Sosial

cyberspace

Berawal dari novel karangan fiksi ilmiah Burning Chrome (1982) yang ditulis oleh William Gibson (1948). Penggunaan istilah dunia maya, muncul untuk pertama kalinya dan populer pada novel Neuromancer (1984) karangan berikutnya, yang menyebutkan bahwa:

Cyberspace. A consensual hallucination experienced daily by billions of legitimate operators, in every nation, by children being taught mathematical concepts… A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the nonspace of the mind, clusters and constellations of data. Like city lights, receding (id.wikipedia.org).

Istilah cyberspace (ruang maya) kadang-kadang dipertukarkan dengan realitas virtual (virtual reality), suatu istilah yang mengacu pada ruang yang dimediasi dan disimulasi secara elektronik (Nicholas, 2006:130). Sedangkan istilah “maya” diartikan sebagai keadaan bayangan belaka, tidak sesungguhnya atau semu (Sultan Rajasa, 2002:382). Komponen pertama dari istilah cybernetics, berasal dari istilah κυβερνήτης Yunani (kybernētēs yang artinya juru mudi, gubernur, pilot, atau kemudi). Istilah Cyberspace adalah suatu media elektronik jaringan komputer, dimana komunikasi online berlangsung (id.wikipedia.org).

Sedangkan budaya yang muncul dari penggunaan jaringan komputer untuk komunikasi, hiburan dan bisnis diistilahkan dengan cyberculture. Istilah cyberculture sendiri muncul ketika PM Hilton (1963) menulis “Dalam era cyberculture, semua bajak menarik diri dan ayam goreng terbang tepat ke piring kami.” Inggris Oxford Dictionary mendukung definisi cyberculture sebagai “kondisi sosial yang dibawa oleh otomatisasi dan komputerisasi. Dalam kamus American Heritage memperluas arti di mana cyberculture digunakan dengan mendefinisikan sebagai budaya yang timbul dari penggunaan jaringan komputer, seperti untuk komunikasi, hiburan, kerja dan bisnis, yang juga merupakan studi fenomena sosial yang berhubungan dengan internet dan bentuk-bentuk baru komunikasi lainnya.

Seiring dengan kemajuan peradaban manusia dan tuntutan kebutuhan komunikasi masa kini. Tekhnologi komunikasi memegang peranan penting terhadap perubahan di semua aspek, tak terkecuali. Komunikasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain. Berdasarkan jangkauannya, komunikasi dibedakan menjadi komunikasi jarak dekat dan komunikasi jarak jauh. Contoh kegiatan komunikasi jarak dekat adalah percakapan, diskusi, seminar, rapat, workshop, pelatihan termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sedangkan komunikasi jarak jauh biasanya membutuhkan alat bantu komunikasi, seperti telepon, handphone, internet. Sistem komunikasi jarak jauh mentransmisikan sinyal optik atau elektronik, komunikasi semacam ini memungkinkan manusia di seluruh dunia dapat saling berhubungan dan saling bertukar informasi secara cepat, mengirim dan menerima pesan baik secara personal, kelompok, antardaerah, antarnegara dan antartempat yang tidak terjangkau oleh kegiatan komunikasi jarak dekat. Cakupan komunikasi dapat meliputi pengiriman berita, data, informasi dan hiburan ketempat yang jauh.

Kemajuan infrasruktur telekomunikasi berdasarkan penggabungan tekhnologi yang terpisah-pisah seperti telephone, handphone, faximil, komputer dan satelit telah menciptakan lalu lintas informasi berkecepatan tinggi (information superhigway), lebih cepat dan lebih dekat dengan aktivitas individu. Istilah ini merupakan kiasana untuk menggambarkan perkembangan dunia maya (cyberspace) yaitu ruang untuk individu berinteraksi atau berkeliling di internet. Menurut Selo Soemardjan (1962), tekhnologi merupakan sumber dan awal di dalam suatu proses perubahan sosial. Dampak tekhnologi di dalam masyarakat hampir tidak pernah mengikuti satu pola, bentuk dan arah saja, karena tekhnologi tersebut hampir tidak pernah netral di dalam dampaknya pada sikap dan prilaku sosial manusia (Dilman, 1985;1-27).

Setiap masyarakat senantiasa akan mengalami perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dapat diketahui dengan membandingkan keadaan masyarakat pada masa sekarang dengan keadaan pada masa lampau (Taufiq Rohman Dhohiri, 2007;03). Laju perubahan yang terjadi tidaklah sama antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain. Misalnya, masyarakat kota lebih cepat dalam mengalami perubahan sosial, sedangkan masyarakat desa cenderung lambat. Demikian juga masyarakat terasing (terisolasi) dan masyarakat terbuka dalam hubungan dengan masyarakat lain.

Masyarakat terisolasi disebut juga masyarakat statis. Dikatakan statis bukan berarti tidak mengalami perubahan sama sekali (stagnan), melainkan perubahan yang terjadi sangat lambat seolah-olah menunjukkan gejala tidak terjadi perubahan. Sebaliknya, masyarakat terbuka bersifat terbuka dalam hubungan dengan masyarakat luas sehingga disebut masyarakat dinamis. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan mengubah struktur dan fungsi dari unsur-unsur sosial dalam masyarakat.

About these ads